USPD melalui KPK-kios pangan kota sedang menjajagi kemungkinan pembukaan Pojok Pangan Alternatif. Pojok pangan ini akan menjadi media bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber pangan alternatif terutama karbohidrat. Uwi biru-Dioscorea alata, makanan pengganti karbohidrat yang cukup menjanjikan. Menjadi sumber karbohidrat penting disebagian besar Negara Asia tenggara, uwi juga menjadi bahan obat dan upacara adat. Berat bisa mencapai hingga 15 kg perbatang pada usia 2 tahun sebagaimana dalam gambar. USPD berkomitment untuk mengembalikan keragaman sumber pangan kita dengan menjadikan uwi sebagai salah satu komoditasnya. Selamat berkarya USPD....
Friday, 10 October 2014
Monday, 25 August 2014
GUDANG PENGGILINGAN PADI
Posted on 21:31 by USPD
Dalam proses mempermudah dalam setiap pengadaan beras dan menjaga kualias produk dan bisa stabil. maka tim dari USPD bekerja sama dengan petani mitra yang memiliki penggilingan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan stabil. Setiap proses penggilingan satu hari, mesin ini bisa menghasilkan kurang lebih 2,5 ton beras siap konsumsi dan itu sudah cukup untuk distribusikan ke satu kawasan yang telah menjadi mitra. Dengan adanya mesin peggilingan ini bisa menampung tenaga kerja 2 orang selain itu bisa menghemat biaya produsi untuk menghasilkan beras yang berkualitas.Friday, 22 August 2014
PENGIRIMAN BERAS DI DESA SRIMULYO, DAMPIT
Posted on 07:59 by USPD
Tim USPD bersama dengan mahasiswa magang dari Universitas Brawijaya mengirim beras ke salah satu Kios Pangan Desa. Selain menambah stok pangan, mereka juga melakukan pengecekan tabungan pangan yang telah terkumpul juga memperbaiki sistem pencatatannya. Meskipun sudah hampir dua tahun, merubah prilaku petani untuk selalu mencatat seluruh transaksi sangatlah sulit. Meski sulit pendampingan yang terus dilakukan semakin menyadarkan petani pentingnya catat mencatat bagi mereka. Bravo USPD..........!
Tuesday, 5 August 2014
PENJAJAGAN PRODUK EKSPOR KE BRUNEI DARUSALAM
Posted on 22:43 by USPD
Menimbang permintaan pasar di Brunei, kru USPD melakukan kunjungan ke sentra produksi emping Blinjo, Pare Kediri. Permintaan aneka rasa untuk produk emping ternyata belum bisa diproduksi oleh para perajin. Mereka biasa menjual dalam kilogram pada pedagang pengumpul lalu pedagang memberi aneka rasa. USPD mencoba untuk membuka peluang pasar baru pada mereka sambil secara perlahan memberi pendampingan untuk perbaikan produksi. Emping meskipun produksi sangat terbatas karena kurang mekanisasi, harga di pasaran tidak terlalu bagus untuk perajin. Margin hingga 50% dinikmati oleh pedagang pengumpul dan industri makanan.
Sunday, 1 June 2014
Tabungan Pangan Terus dipupuk
Posted on 19:13 by USPD
Sukarmi, Pemilik Kios Pangan Desa Sritanjung 5 semakin mantab mengembangkan kios pangannya. Dari hanya satu meja diawal membuka, kini kios Sukarmi sudah mulai menambah barang-barang dagangan. Petugas USPD bersama dengan Peneliti dari Jerman menunjukan produk-produk USPD. Rata-rata tabungan pangan Kios Sukarmi saat ini sebesar 10 ribu hingga 20 ribu rupiah atau setara 1 hingga 2 Kg beras tiap minggunya. Pada awal berdiri Sukarmi hanya mampu mengumpulkan tabungan pangan 50 hingga 10 ribu rupiah tiap minggu. Akumulasi tabungan pangan ini selanjutnya akan menjadi cadangan pangan komunitas. Cadangan yang hanya bisa diambil jika gagal panen atau paceklik di desa. Tabungan 100 rupiah diperoleh dari anggota Kios pangan desa melalui pemotongan transaksi tiap kilogram pembelian. Jadi jika anggota membeli satu kilogram beras di Kios secara otomatis mereka menabung 10 rupiah ke USPD.
Magang Mahasiswa FP-UB
Posted on 18:47 by USPD
Menjelang libur akhir tahun mahasiswa semester VI, Universitas Brawijaya melakukan magang kerja sebagai ganti KKN tempo dulu. Mereka akan fokus belajar sambil membenahi sistem di USPD. Mahasiswa secara khusus akan magang di Asosiasi Petani Pisang Mas Sridonoretno, salah satu Mitra lokal USPD. Sebagaimana USPD dirancang bersama-sama dengan mitra-mitra lokal untuk membangun cadangan pangan, memberdayakan orang miskin, juga mestabilkan harga pangan di tingkat komunitas. Mahasiswa akan berlatih bagaimana memfasilitasi petani mengembangkan ekonomi lokal sekaligus membangun ketahanan pangan tingkat komunitas. Monday, 7 April 2014
Perumusan kelembagaan USPD
Posted on 01:02 by USPD
Tanggal 8 April 2014 adalah hari berbahagia bagi USPD. Kelembagaan USPD akan segera dibentuk. Petani, pemilik kios pangan desa, laboratorium KPM-FP UB, juga lembaga-lembaga pemerintah tingkat provinsi terkait akan duduk bersama. Dari sebuah ide mahasiswa dikejuaraan PKM, USPD berkembang menjadi institusi yang relatif "sustain". Berkembang hanya dari hanya satu kios pangan desa (KPD) di Desa Ngijo bersama dengan ibu-ibu Aisiyah,USPD berkembang hingga Malang Raya, Pasuruan dan Surabaya. Secara perlahan cadangan pangan juga mulai terbangun sedikit demi sedikit. Tiap-tiap toko tidak kurang dari 3 kilogram beras terkumpul dari transaksi. Meski kecil jumlah ini akan terakumulasi menjadi besar seiring pertumbuhan KPD-KPD baru USPD. Untuk memberikan kepastian hukum, maka inisiasi ini harus segera dicarikan bentuk kelembagaanya. Kelembagaan akan memberikan bingkai kepada semua pihak yang terlibat akan hak dan kewajibanya sehingga visi dan misi lembaga tetap terjaga dan tumbuh berkembang.
Tuesday, 25 March 2014
KUNJUNGAN PENELITI DARI JERMAN
Posted on 21:24 by USPD
Setelah hampir 2 tahun inisiasi, USPD mulai dikenal oleh masyarakat sekitar desa juga peneliti dari luar negeri. Selama satu bulan Fena Ote, dari Universitas Goettingen Jerman mengeplorasi bagaimana petani kecil (sasaran USPD) mengakses pasar untuk membangun ketahanan pangannya. Cadangan pangan yang dibangun USPD menjadi salah satu bahan data bagaimana komunitas membangun cadangan pangan mereka sendiri secara mandiri dan berkelompok. Model pembangunan cadangan pangan USPD ini menjadi salah satu strategi pelengkap orang miskin untuk mengamankan pangan mereka. Selain itu dalam jangka panjang jaringan ini dapat menjadi "market demand" produk-produk UKM.
LOGO BARU USPD
Posted on 18:45 by USPD
Setelah mengalami perubahan karena alasan kemudahan dan artistik sekaligus makna logo, maka Tim USPD meluncurkan Logo baru. Logo ini digunakan untuk menyambut peresmian secara hukum kelembagaan USPD yang selama ini masih bersifat inisiasi dikelola oleh Laboratorium. Kami mengistilahkan inisiasi ini sebagai "penyerahan" konsep ke para stakeholder untuk diteruskan menjadi bagian dari lembaga baru di Masyarakat. Jika ini perusahaan Maka kami menyebut sebagai IPO untuk membagi saham dengan Publik. Pada tanggal 9 April tahun 2014 kita mengumpulkan seluruh stake holder mulai dari unsur laboratorium, Fakultas Pertanian UB, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Badan Litbang, serta Kios Pangan Desa/Kota Kita.
Monday, 24 February 2014
KOMIDITI BARU UNTUK KIOS PANGAN KOTA
Posted on 19:38 by USPD
Bintang andalan petani dari Dampit ini akan menjadi barang bidikan USPD. Pisang Mas adalah makanan mewah bari masyarakat kebanyakan. Dengan harga 10-12 ribu per kilogram di pasaran maka kami membidik harga 10% lebih rendah dari pasaran. Ini adalah salah satu cara USPD untuk melayani segmen pasar masyarakat kebanyakan. Food for all, motto USPD!
PERKAMPUNGAN DI KOTA SASARAN BARU "USPD"
Posted on 18:36 by USPD
Setelah menemukan pola pengelolaan USPD di Kawasan Desa rawan pangan maka kami mulai mengembangkan sayap ke Komunitas di Kota. Produk-produk desa ternyata banyak yang tidak termanfaatkan padahal ada potensi pasar di kota. Pisang, ubi-ubian, juga sayuran ternyata bernilai tinggi di kota sementara di desa tidak termanfaatkan. Fokus pada daerah rawan pangan di DAS Bratas kota malang, bersama mitra lokal Lagzis "Baitul Ummah" di Kota Malang USPD mulai membuka Kios Pangan Komunitas baru. Perkembangan KPK ini akan menjadi pasarbaru bagi produk mitra USPD di Desa-desa.
Tuesday, 8 October 2013
PERPISAHAN DENGAN KELUARGA PAK SUTIKNO
Posted on 20:34 by USPD
Pelaksanaan kunjungan
lapang di Desa Srimulyo Dampit tepatnya di rumah Bapak Sutikno tidak terasa
sudah berakhir. Selama 2 bulan lebih kami melakukan kunjungan lapang secara
rutin tiap minggunya untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh pihak magang
sebagai salah satu program yang ada di sana. Program yang kami data setiap
minggunya adalah program beras USPD (Unit Stabilisasi Pangan Desa) yang dalam
kegiatannya meliputi pemberisihan beras, pengemasan beras, pengiriman beras
hingga penarikan uang penjualan beras di beberapa KUB yang bermitra dengan USPD
di 3 wilayah yaitu Desa Srimulyo, Sukodono dan Baturetno. Setelah kami melewati
2 bulan lebih kunjungan lapang, sekarang sudah waktunya untuk perpisahan dengan
keluarga Bapak Sutikno yang telah bersedia untuk menfasilitasi kami dalam hal
tempat tinggal dan keperluan selama magang tersebut berjalan. Ucapan terima
kasih yang sebesar-besarnya untuk keluarga Bapak Sutikno atas bantuan dan
kerjasamanya selama magang berlangsung karena pihak dari keluarga beliau pun
sudah menganggap kami seperti keluarga sendiri sehingga berat rasanya untuk
berpisah dengan keluarga Bapak Sutikno. Namun, magang kerja telah berakhir dan
perpisahan pun harus dilakukan. Dalam acara perpisahan pun kami diajak serta
untuk berlibur bersama keluarga dengan tujuan berlibur ke Pantai Goa Cina dan
Masjid Sanan. Sebuah pemgalaman yang menyenangkan karena dalam magang kerja kami seperti menemukan keluarga baru
yang begitu berjasa sekali dalam kegiatan kami selama magang kerja berlangsung.
TEKNIK PENANAMAN PISANG MAS
Posted on 02:29 by USPD
Tanaman pisang mas
sangat banyajk dijumpai di Desa Srimulyo dan sekitarnya karena wilayah ini
merupakan salahsatu penghasil produksi tanaman pisang mas. Hal tersebut
terbukti dengan adanya beberapa asosiasi pisang mas yang sampai sekarang masih
berjalan dengan baik. Salahsatu asosiasi tersebut adalah Asosiasi Pisang Mas
Sridonoretno (Srimulyo, Sukodono, Baturetno). Untuk tetap mempertahankan
produksi tanaman pisang mas tersebut, kami diberi pengetahuan tentang bagaimana
menanam pisang mas dengan teknik pensterilan anakan yang dalam prosesnya sangat mudah dan
menghasilkan tanaman yang baik. Bapak Sukri selaku perwakilan dari asosiasi
mengajari kami bagaimana teknik penanamannya. Dimulai dengan memangkas tanaman
pisang mas yang dengan ciri-ciri daunnya sudah lebih dari 4 helai yang terdapat
dalam bonggol pisang, kemudian bonggol tersebut ditanam kembali sehingga
nantinya akan tumbuh tunas baru. Tanaman yang sudah dipangkas dipindah dalam
polybag yang sudah terisi tanah lalu disira dengan air. Tanaman dalam polybag
tersebut dilakukan pemeliharaan kurang lebih satu bulan dan selanjutnya
dipindahkan ke lahan yang lebih luas.
PERTEMUAN ASOSIASI PISANG MAS SRIDONORETNO
Posted on 02:17 by USPD
Agenda pertemuan
Asosiasi Pisang Mas Sridonoretno dilaksanakan pada tanggal 28 September 2013
bertempat di rumah Bapak Nur yang merupakan Kamituwo di Desa Srimulyo, Dampit.
Acara tersebut dihadiri oleh pihak dari BKP3, BPP Dampit, Asosiasi Pisang Mas
(CV. Sukadana, CV. Mulyasari, dan CV. Retnosari) serta Bapak Mangku. Tujuan
dari pelaksanaan pertemuan rutin tersebut adalah selain untuk bersilaturahmi
dengan sesama asosiasi juga untuk melaporkan hasil dari penjualan pisang mas
yang sudah berjalan beberapa tahun belakangan. Acara berlangsung lancar
meskipun saat diskusi sempat terjadi ketegangan karena pihak dari CV. Sukadana
yang di sampaikan langsung oleh Bapak Tamin menjelaskan bahwa dalam proses
penjualan pisang mas ini yang dirasakan hanya mendapatkan sedikit keuntungan
dan bahkan terkadang uang untuk biaya operasional diambil dari dana pribadi
sehingga beliau ragu apakah tetap meneruskan penjualan pisang mas ataukah
berhenti karena menurut beliau keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan
kerja keras dalam penjualan pisang mas tersebut. Meskipun demikian,
permasalahan yang disampaikan tersebut segera menemui titik terang karena pihak
dari BPP Dampit, BKP3, Bapak Sukri dan Bapak Mangku turut memberikan saran
untuk permasalahan tersebut. Namun, pertemuan rutin tersebut tidak selesai
sampai disitu saja melainkan dilanjutkan kembali pada tanggal 30 September 2013
di rumah Bapak Tamin karena pada pertemuan kali ini ada beberapa perwakilan
dari asosiasi tidak hadir.
Subscribe to:
Posts (Atom)






